BIDUK TAK BERTUAN

Kau berubah absurd bagiku

Diparuh waktu hanya bisa kunikmati seyummmu yang memikat

Hari ini jua kuteguk sepi yang kian memukau jiwa sesak melara

Kudendangkan saja sendiriku ini dengan parau memelas,

Tak peduli senja disana miris memerah, toh ada malam meraung merebahkan

cahaya bintangnya, meski sedikit bosan dengan tegar hatiku selalu setia

mengeja namamu (masih) dengan cinta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s